• SMKN 5 BANDUNG
  • " Leading, Innovative, Modern, Aware "

Mendikbud: Tidak Liar, Bila Pungutan Berdasarkan Permendikbud No 75 Tahun 2016

BANDUNG, DISDIK JABAR- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan tidak semua penggalangan dana di sekolah tergolong pungutan liar. Mendikbud menegaskan, pungutan di sekolah harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. 

"Tidak tergolong liar, asal tidak melanggar Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016," katanya ditemui di SMKN 9 Bandung, Kamis (21/2/2019).

Peraturan tersebut mengatur tentang penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lain untuk menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan, membiayai program/kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan, mengembangkan sarana prasarana, membiayai kegiatan operasional Komite Sekolah secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Permendikbud itu juga mewajibkan Komite Sekolah membuat proposal lebih dahulu dan diketahui kepala sekolah sebelum penggalangan dana dilakukan. Proposal itu menjadi dasar penggalangan dana. 

Hasil penggalangan dana, kata Mendikbud, harus dibukukan pada rekening bersama antara komite sekolah dan sekolah.

Mendikbud menyebutkan, jika ada dugaan pungli, padahal sekolah maupun komite yakin telah mematuhi Permendikbud itu, maka Kemendikbud akan memberi pembelaan. "Kalau bersalah, silakan diproses (hukum)," ujarnya.

Sebelumnya telah diberitakan adanya kasus dugaan pungutan liar (Pungli) dilakukan oleh Kepala SMPN 2 Kota Bandung. Kepala SMPN 2 Bandung diperiksa oleh tim satuan tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) pungli Jawa Barat atas dugaan pungli untuk biaya pembangunan taman di SMPN 2.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung, yang juga Penasihat Komite Sekolah SMPN 2 Kota Bandung dan juga Anggota Tenaga Ahli Satgas Saber Pungli Jawa Barat, H M Irianto menjelaskan terdapat dua temuan. Pertama adalah pembangunan taman di SMPN 2 Kota Bandung ini tidak masuk pada rencana kerja anggaran sekolah (RAKS) SMPN 2 Kota Bandung. Sedangkan temuan kedua adalah, tidak semua uang sumbangan masuk ke rekening komite sekolah.

 

sumber : http://disdik.jabarprov.go.id/

Tulisan Lainnya
Benarkah Finlandia Tak Berikan PR untuk Anak Sekolah? Ini Faktanya

Jakarta - Finlandia memiliki sistem pendidikan yang terkenal maju di dunia. Reputasi tersebut sudah terkenal hingga Indonesia. Bila melihat hasil skor PISA yang rilis akhir ta

17/02/2020 17:53 WIB - ict
Kemenag Soal Merdeka Belajar Kemendikbud: Kami Sudah Duluan

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim telah menjalankan konsep pembelajaran yang tidak mengekang guru dan siswa sebelum digembar-gemborkan Menteri Pendidikan d

04/02/2020 11:45 WIB - administrator
7 Tips Belajar Efektif Jelang UN 2020

KOMPAS.com - Sekarang, sudah tidak jarang kalau seorang pelajar mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) saat mereka ulangan. Padahal, untuk bisa dapat nilai bagus k

04/02/2020 11:45 WIB - administrator
Mengenang HAR Tilaar, Tokoh Pendidikan yang Lebih Suka Disebut Guru

Liputan6.com, Jakarta -  Profesor Henry Alexis Rudolf Tilaar atau HAR Tilaar termasuk tokoh pendidikan di Indonesia yang dikenal luas. Ia juga suami dari pengusaha k

04/02/2020 11:40 WIB - administrator
Nadiem Makarim Akui Ada Sikap Resisten terhadap Kebijakannya

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim mengakui masih ada masyarakat yang bersikap resisten terhadap beberapa kebijakan pendidikan yang diinisia

04/02/2020 11:35 WIB - administrator